Orientasi Seksual dimata hukum dunia dan hukum ahirat
Hal yang perlu dilakukan dan diketahui pada yang tak normal
Jadi dulu nih waktu gue masi kecil kira-kira umur 5 tahunan, gue pernah berpikir buat jadi cewek padahal gue sendiri itu cowok. Dan dulu orang juga pernah mikir gue anak cewek lantaran suara gue kulitnya putih bersih, bibir merah dan suara gue ga sekeras anak-anak cowok biasanya. Sampek-sampek inget waktu gue umur 9 tahun ada yang iseng buka celana gue se sempak-sempak gue saking penasarannya sama kelamin gue cowok atau bukan.
Bayangkan nih jika hal itu yang ngelakuin ini usianya udah sekitar 20-an apa jadinya? wah perlu di rukia kayaknya (semacem ritual agama buat nyadarin orang) Mungkin malah di kata homo.
Orientasi Seksual itu ketetapan mutlak dalam prinsip berkembang biak dan hidup didunia, hal itupun jadi suatu kabar buruk dan duka bagi saya yah. Karena saya selaku penulis blog ini "Homo", bagi anda yang membaca pengakuan saya mungkin akan risih mendengar pengakuan saya pada tulisan pertama saya. Dan bakal langsung nutup blog saya.
Tapi begitulah kehidupan seorang Homo pria alias Gay seperti saya.
Zaman sekarang udah banyak banget gay-gay yang bertebaran disana-sini, dan mungkin itu kerabat elu juga jadi tetep pantengin nih blog dan baca sampai selesai karena ini penting banget buat kalian yang butuh informasi atau sekedar pengen tahu tentang orientasi seksual yang ga wajar kayak gini banget yang sebenernya miris yak buat saya ceritakan.
Beberapa orang yang terjerumus dalam dunia yang seperti ini mungkin dia bener-bener ga akan tahu kalau dia terjerumus, bahkan orang yang gay seperti saya. Pasti ada yang mengelak dia terjerumus, dan berkata kalau ada gen homoseksual lah, keturunan homoseksual lah, kesadaran alami lah. Banyak banget sekali penjelasan-penjelasan semacam pembelaan ini dan ini dikatakan bukan dari orang yang bodoh dan idiot seperti saya bro and sista, hal ini dikatakan oleh orang genius. Tapi saya ga nyebut nama ya, soalnya saya ga tahu pasti tapi memang pernah dengar.
Menurut saya semua penjelasan itu dilakukan hanya untuk menutupi beban-beban psikis orang-orang gay tersebut termasuk saya, agar tidak menyalahkan kondisi yang memprihatinkan seperti ini. Karena sudah ketetapan mahluk hidup harus menjalani garis normal kehidupan.
Orientasi seksual normal dan abnormal faktanya mahluk lain juga melakukan hal yang sama, tapi pemuka agama seringkali juga melakukan pernyataan yang tanpa ada riset dulu minimalah pantau-pantau saja sebelum di omongin daripada salah kapra.
Hewan nyatanya mahluk satu ini juga ditemukan berhubungan intim sesama jenisnya alias lebih seringnya LSL laki sama laki, ini bisa serius terjadi kalau hewan laki lagi birahi dan ga nemuin pasangan yang cocok buat dia berhubungan intim, sesama jantan pun bisa terjadi.
Bicara tentang orientasi seksual, itu begitu luas pembeberannya ya. Jadi saya hanya mencakupkan pada orientasi manusia, yang muda di pahami.
Mengapa gay, biseksual, lesbian. Diangap tidak wajar, singkat jawabannya itu "KODRAT" (garis takdir).
Hal itu adalah hal yang paling mengerikan dalam hidup gue, ketika gue tahu gue "GAY".
Orang awam yang normal, mungkin akan terlintas perkataan kayak gini "Nyesel ya tobat gan masi ada jalan" atau "Ya elu pacaran sama gue" tapi semua itu ga semuda orang membalikan tangan kalo kalo istilahnya ma ga muda kayak elu mangap-mangap.
Hal ini bisa ya di bilang suatu tragedy yang mengancam jiwa manusia itu sendiri, jadi kalo elu nih nemuin orang yang kayak gini ma. Mohon banget jangan sampek di bully kasian, masadepannya uda ancur eh elu ancurin lagi. Cukup gue penulis Blog yang ngalamin kalo bisa.
Tapi emang sih yah kelakuan-kelakuan orang-orang abnormal ini kadang juga sering bikin geger, ya tapi itu juga oknum lah. Ga semua seperti itu, tapi emang mereka ini bikin orang-orang yang Gay jadi terancam jadi biang kerok masalah senono.
Saya bilang fenomena Orientasi abnormal itu tragedi, karena itu menyangkut sama harkat dan martabat. Pokoknya juga kebawah seumur hidup, jadi nih kalo elu punya keluarga yang ketahuan seperti ini hal yang harus elu ketahui lebih dulu:
1) Pantau dunia sosial dia.
Ya elu harus tahu tentang pergaulannya dia dengan teman-temannya, maksimal cukup teman sekampung kalau dia tinggal di perkampungan. Kalau cuman sekomplek perumahan itu tidak efektif jadi kalo tinggal di perumahan atau apartmen lebih baik cari jaringan yang lebih luas lagi misalnya teman-teman sekolahnya.
Kalau anak tinggal di perkampungan pemantauannya lebih gampang, karena orang kampung punya sikap yang cenderung terbuka alias sedikit sekali aspek privasi mereka. Jadi kalau nemu anak di perkampungan tapi tidak pernah bersosialisasi dengan warga di perkampungan anda tinggal dengan berteman dengan orang-orang disana lebih baik anda bertanya karena mungkin saja dia tergangu orientasi seksualnya.
2) Gayahidup pantau gaya hidup dia seperti apa?
Biasanya orang yang suda terkena gejala orientasi seksual gayahidupnya bisa berubah entah itu lebih baik atau malah sebaliknya. Kenapa dengan gayahidup, ya hal ini karena faktanya seorang gay rentan banget untuk dia jatuh sakit. Entah itu secara psikis atau fisik, hal ini bisa-bisa tiba terjadi terutama pada keadaan emosional. Hal ini tentu pernah saya alami.
3) Jangkauan jarak pertemanan
Ini satu yang pasti, anda harus mengetahui jarak pertemanan mereka. Biasanya jika dia tidak normal dia mungkin akan terlalu klop dan adict banget dengan satu orang bahkan kalo ngobrol bisa ga berhenti-berhenti, kalo jalan harus sama dia. Itu mungkin benar orientasi seksualnya terganggu. Karena mereka tidak nyaman dengan orang lain yang memiliki pandangan yang berbeda karena itu juga suda hukum yang rasional ya. Misalnya elu normal pasti bakal risih lah denger omongan yang ga normal kayak cowok gay pasti elu langsung menghindar, ya hal itu juga sama kayak cowok gay kalo ngomongin hal yang berbau normal pasti juga rada risih gtu. Dan dalam jangkauan peretemanan ini, biasanya gay berteman dengan orang jauh. Ya orang gay kan juga butuh sosialisasi dengan orang yang seperti mereka, jadi dengan kemajuan zaman ini ada teknologi buat ketemuan dengan mereka melalui aplikasi kencan gay. Karena gay juga manusia pasti juga punya urat malu jadi ga mungkin nanya-naya dia LSL atau ngak.
Dan terakhir yang perlu anda lakukan
Anda harus bertanya tentang masa kecil si dia, dengan mendekatkan dia secara psikis dengan mengajaknya mengobrol. Dan bercerita tentang adakah masa-masa buruk, jangan mencoba untuk memancing. Karena mereka akan langsung menutup diri, jadilah teman yang tulus. Karena faktanya kebanyakan gay itu orang-orang yang tulus kecuali sebagian, ya karena gay memang orang yang paling kesepian itu lah kenapa banyak gay yang mungkin justru menerjunkan dirinya untuk berteman dengan perempuan. Kenapa perempuan ya karena meskipun gay kalau perempuan itu udah berteman dengan itu cowo kenyataannya cewek lah yang masih atau mampu dan sanggup banget menerimah status pertemanan itu daripada cowok, karena jelas cowok normal bakalan langsung menghindar. Gay memang kebanyakan tulus tapi jangan salah untuk terlalu dekat juga nanti anda tertular juga kalau anda cowok.
Saya menulis semua ini bukan karena ingin diekspos atau apalah, tapi ini hanya tulisan pribadi ya mengenai pengalaman pribadi juga. Karena ini suatu yang memprihatinkan bagi saya sendiri, betapa tidak. Saya seorang gay dan kehidupan saya mungkin bisa di bilang sangat rusak, dan lebih-lebih dengan banyak berita mengenai gay yang suda sangat miris terjadi. Itu sangat disayangkan sekali.
Saya hanya berharap kedepannya untuk artikel Ringan pertama ini akan ada sekuel-sekuel mengenai bilik kehidupan gay dan pandangan mereka, heheheh.
Tapi yang pasti akan lebih berfaedah lagi, sehingga pembaca awam atau senior lebih bisa memahami inti yang akan saya sampaikan pada artikel berikutnya yang tentu di buat khusus. Membahas seluk-beluk orientasi tak normal lebih lanjut, terutama gay.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar